Tugas 6 pengulangan bahasa indonesia 2
Tulisan review film bermanfaat
Nama : Irwansyah
NPM : 23112828
Review film bermanfaat (Sang Pemimpi)
Data Buku Sang Pemimpi :
Pengarang : Andrea Hirata
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Yogyakarta : Bentang Pustaka
Genre : Roman
Tahun Terbit : Juli 2006
Jumlah Halaman : x, 292 halaman
ISBN : ISBN 979-3062-92-4
Sinopsis Buku Sang Pemimpi :
Buku kedua Andrea Hirata ini bercerita tentang masa SMA tiga orang pemuda, yaitu Ikal, Arai dan Jimbron. Mereka bertiga adalah remaja yang berasal dari Belitong dan melanjutkan sekolah di Manggar, SMA Negeri pertama di Manggar. Untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya Arai, Ikal dan Jimbron bekerja paruh waktu sebagai kuli di pasar ikan. Arai adalah yang paling cerdas di antara mereka bertiga, selalu mengutip kata-kata inspiratif dari berbagai sumber “tak semua yang dihitung bisa diperhitungkan dan tak semua yang diperhitungkan bisa di hitung”, sedangkan Ikal yang sangat mengidolakan H. Roma Irama akan mengutip kalimat dari lirik lagu raja dagdut tersebut “Darah muda adalah darahnya para Remaja” sedangkan Jibron yang sangat menyukai kuda akan mengeluarkan kalimat yang tidak jauh-jauh dari bahasan tentang kuda.
Kehidupan SMA adalahperjalanan mencari jati diri. Arai, saat itu jatuh cinta pada teman sekelasnya, Zakia Nurmala, sedangkan Ikal jatuh cinta pada putir seorang Cina, A Ling, dan Jimbron jatuh cinta pada Kuda. Arai yang paling giat mendekati cintanya, dia bahakan belajar bernyanyi dan bermain gitar hanya untuk menggoda Zakiah Nurmalanya.
Ahirnya mereka tamat SMA, Ikal yang terpengaruh dengan mimpinya Arai untuk menuju ke Paris dan mengelilingi dunia, tidak mau hanya putus sampai di SMA, maka dia dan Arai menggunakan uang tabungan mereka selama ini untuk berangkat ke Jakarta. Ikal diterima di UI jurusan Ekonomi. Dia menjalani masa kuliah yang cukup sulit yaitu kuliah sambil kerja, namun ahirnya dia bisa lulus tepat pada waktunya. Namun mimpi mereka tak hanya sampai disitu. Paris yang menjadi impian mereka belum tercapai, maka Arai dan Ikal berusaha mendapatkan beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah di Paris.
Arai tiba-tiba menghilang, Ikal yang kini sendiri, kerja serabutan untuk bertahan hidup, berahir di kantor pos. mimpinya untuk ke Paris sudah hilang bersamaan dengan kepergian Arai yang entah kemana. Proposal beasiswa untuk ke Paris tak di gubrisnya lagi.
Beberapa bulan kemudian, Ikal memutuskan untuk mengajukan proposal beasiswa tersebut, meski tanpa Arai. Tak di sangka, Ikal kembali bertemu dengan Arai di kantor Pengajuan beasiswa. Mereka berdua berpelukan dan berjanji akan bersama-sama ke Paris. Ternyata mimpi untuk ke Paris telah mempertemukan mereka kembali.
Tokoh-tokoh dan karakter dalam buku Sang Pemimpi :
Ikal : tokoh Utama dalam cerita. Karakternya : pekerja keras, memiliki semangat untuk mendapatkan pendidikan hingga dia sekolah sambil bekerja sebagai kuli pengangkat ikan untuk biaya sekolah dan hidup. Meski sering putus asa dan merasa pesimis, namun dia selalu percaya pada Arai sehingga semangatkan akan kembali setelah melihat Arai yang tetap semangat dan tak pernah berhenti bermimpi.
Arai : sosok yang sangat menginspirasi. Sifatnya yang selalu ceria, berani, semangat dan memiliki mimpi-mimpi yang sangat tinggi membuat orang lain ingin terbang bersamanya. Arai selalu menjadi sumber semangat bagi Ikal, dia sangat ahli dalam mengobarkan semangat. Kata-kata isnpiratif Arai yang sangat mimin sukai adalah “jika orang-orang seperti kita ini tak punya mimipi, maka kita akan mati” begitulah, Arai selalu mampu membangkitkan kembali harapan dalam hati Ikal yang tidak jarang padam dan putus asa. Arai memiliki karakter dewasa, sangat peduli terhadap sesama, lebih mengutamakan perasaan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, senang bila melihat sahabatnya bahagia.
Pelajaran yang dapat di ambil dari cerita Sang Pemimpi :
1. Bahwa semangat dan sifat pantang menyerah dapat mengalahkan segala ketidak mungkinan selama kita mau berusaha dengan maksimal.
2. Kesetiaan, saling percaya dan saling menjaga adalah kunci dari menjalin hubungan yang sejati bersama sahabat.
3. Mimpi adalah sesuatu yang penting. Karna mimpi merupakan anak tangga pertama menuju kesuksesan. Jangan takut mimpi yang tinggi seperti kata Arai “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”
Review Film Laskar Pelangi
Data Buku Sang Pemimpi :
Identitas Ulasan : Film Laskar Pelangi
Judul novel : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Kota tempat terbit : Jalan Pandega Padma 19, Yogyakarta
Tahun terbit : Cetakan ke III, Juli 2007
Tebal halaman : 533 termasuk tentang penulis.
Sinopsis Buku Sang Pemimpi :
Film Laskar Pelangi adalah salah satu film yang berasal dari sebuah novel dengan judul yang sama yaitu, Laskar Pelangi. Laskar Pelangi merupakan salah satu novel karya Andrea Hirata yang berhasil menarik perhatian banyak pencinta buku. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan dirilis pada tahun 2008. Cerita film ini sangat sederhana dan mudah dipahami oleh siapa saja yang menontonnya. Cerita ini berisi tentang sekelompok anak dengan semangat belajar dan bersekolah yang tinggi. Meski mereka masih duduk di kelas 1 SD dan SMP serta bersekolah disebuah sekolah yang penuh dengan keterbatasan, mereka tetap semangat menggapai cita-cita mereka. Pada awal cerita dikisahkan sekumpulan anak yang tinggal di Desa Gantung, Belitung Timur.
Mereka bersekolah di Muhammadiyah. Pemerintah pendidikan setempat hendak membubarkan sekolah tersebut karena jumlah siswa-siswinya kurang dari 10 orang. Namun, pembubaran tersebut diurungkan dengan syarat pada tahun ajaran baru haruslah memiliki 10 siswa-siswi baru. Usaha telah dilakukan, namun hingga saat acara pembukaan tahun ajaran baru sekolah tersebut hanya ada 9 orang anak. Semua orang kawatir akan kondisi sekolah tersebut. Namun, tiba-tiba sesaat sebelum kepala sekolah membacakan pidatonya Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan di Harun ke sekolah tersebut. Sontak semua anak dan guru di sekolah tersebut bersorak gembira menyambut di Harun.
Dari sanalah cerita Laskar Pelangi di mulai. Cerita di sekolah itu mulai terbentuk. Mulai dari pemilihan ketua kelas, teman sebangku, pertemuan mereka dengan orang-orang baru, dan banyak hal baru yang mereka ketahui termasuk bakat terpendam dari Mahar. Selain itu, film ini juga mengisahkan bagaimana usaha Lintang yang harus menempuh jarak hingga 80km untuk tiba di sekolah dari rumahnya.
Nama Laskar pelangi diberikan oleh salah satu guru mereka yang bernama Bu Muslimah. Ibu Muslimah memberikan nama Laskar Pelangi karena kesukaan mereka terhadap pelangi dan semangat mereka untuk bersekolah demi meraih cita-cita mereka yang sangat tinggi. Dengan nama itu mereka menjadi semakin bersemangat untuk menjadi orang yang sukses. Banyak hal yang telah dilakukan oleh mereka dan berhasil mengharumkan nama desa mereka. Seperti Lintang yang memenangkan lomba cerdas cermat, Mahar yang memenangkan karnaval 17 Agustus, dan lain sebagainya. Kehidupan Laskar pelangi diwarnai dengan kesenangan, kesedihan, semangat, dan kebersamaan. Pada akhir cerita dikisahkan 12 tahun kemudian atau setelah mereka semua dewasa. Kesuksesan mereka membuat semua guru dan desa Gantung menjadi bangga.
Pelajaran yang dapat di ambil dari cerita Sang Pemimpi :
Cerita Laskar Pelangi berbeda dengan kebanyakan cerita yang anak-anak yang ada, film Laskar pelangi lebih menonjolkan sisi semangat anak-anak dalam menggapai cita-citanya dalam kesederhanaan. Perbedaan yang ada diantara mereka justru menjadi warna dalam persahabatan. Film Laskar Pelangi juga jauh dari aroma percintaan yang biasanya justru banyak ada difilm-film lainnya. Penokohan dalam film Laskar Pelangi benar-benar sangat profesional. Tokoh Harun yang harus memerankan anak yang tidak normal sangatlah bagus, sehingga menarik perhatian banyak penikmat film. Kepolosan, keluguan, dan kecerdikan anak-anak yang hidup dalam keterbatasan membuat daya tarik sendiri bagi penonton saat menonton film tersebut.
Film Laskar Pelangi ini juga ingin menyadarkan pemerintah dan juga masyarakat bahwa setiap warga masyarakat Indonesia dalam kondisi apapun berhak mendapatkan sebuah pengajaran yang sesuai dnegan tingkatannya. Keunggulan dari pemutaran film ini adalah nilai syukur terhadap Tuhan yang tinggi, sikap jujur, tawakal, dan lainnya. Kekurangan dalam film ini hampir tidak ditemukan, hanya mungkin ada beberapa bahasa yang kurang dipahami maksudnya karena harus menyesuaikan dengan daerah tempat film ini di ambil.

